Pemotongan Hewan Kurban BAZNAS Sumedang Tuai Sorotan, Terkesan Tertutup
kegiatan tersebut dinilai tertutup. Lebih mengejutkan lagi, baik kepala desa maupun ketua RT/RW setempat mengaku tidak pernah diberi tahu terkait kegiatan tersebut.
SUMEDANG, Jitunews.com — Pelaksanaan pemotongan hewan kurban oleh BAZNAS Sumedang pada Sabtu (7/6), yang bertempat di Rumah Potong Hewan (RPH) Dumuk Jugrug, Dusun Cibungur RT 04 RW 03, Desa Tanjunghurip, menuai sorotan dari berbagai pihak.
Pasalnya, kegiatan tersebut dinilai tertutup. Lebih mengejutkan lagi, baik kepala desa maupun ketua RT/RW setempat mengaku tidak pernah diberi tahu terkait kegiatan tersebut.
Padahal, idealnya pemerintah setempat perlu diberi informasi karena BAZNAS merupakan lembaga resmi yang dibentuk oleh pemerintah untuk melaksanakan berbagai kegiatan sosial keagamaan. Terlebih lagi, kegiatan tersebut menggunakan dana publik, bukan anggaran pribadi. Oleh karena itu, masyarakat berhak mengetahui dan mengawasi pelaksanaannya.
Salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keheranannya kepada awak media. Ia mempertanyakan mengapa pemerintah setempat tidak dilibatkan. Padahal, dalam pendistribusian paket daging kurban, semestinya pemerintah desa turut dilibatkan agar penyalurannya tepat sasaran—terlebih dengan jumlah hewan yang dipotong terbilang banyak.
Kegiatan ini juga dinilai berpotensi membuka lapangan kerja sementara bagi warga sekitar, jika saja pelaksanaannya melibatkan mereka secara aktif.
Ketika hal ini dikonfirmasi kepada pihak BAZNAS Sumedang, Ayi Subhan menjelaskan bahwa pemotongan hewan kurban dilakukan secara mandiri, sehingga menurutnya tidak perlu meminta izin atau memberi tahu pemerintah setempat. “Cukup koordinasi dengan ustaz setempat yang juga ahli di bidang ini,” ujar Ayi.
Sementara itu, beberapa warga yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan mengaku hanya menjadi penonton dan tidak merasakan manfaat positif dari kegiatan tersebut.
“Padahal saya sedang menganggur, Pak. Coba kalau saya diajak, lumayan ada penghasilan. Ini malah bawa orang dari luar untuk dipekerjakan,” keluh seorang warga Desa Tanjunghurip.