Merah Kuning Hijau Sebuah puisi tentang rindu, kehilangan, dan doa yang tak henti.
Oleh: Mayor Cba Isa Agung Wicaksono - Jakarta, 12 Juli 2025
Sebentar lagi tak terasa akan selesai
Liburan panjang kenaikan kelas
Aku mengingat malam itu di tengah sawah
Bersama denganmu sambil melihat bintang-bintang
Benar-benar kenangan yg sangat mengguncang hatiku.
Berbincang membahas hal yang sama
Dirimu saat itu selalu bergejolak setiap saat
Setiap membahas hal itu yang aku tak percaya
Kenapa juga diriku selalu mengalihkan topik
Topik yang selalu kau utarakan sampai untuk mencarinya.
Apakah dirimu saat ini bahagia, tentu saja iya
Dengan ketulusan dan kesibukan mu yang selalu berkarya
Meskipun akhirnya engkau diuji dengan sangat berat
Tetapi dirimu selalu berfikir untuk orang Iain
Saat ini tetapi lebih terasa sepi
Sejauh apapun aku menyusuri jalan
Setinggi apapun itu nanti pendakian
Bayanganmu selalu kurindukan
Ilhamkanlah kepada hamba Ya Tuhan
Kuselalu berdoa kuberdoa untukmu berdoa
Di dalam mobil yang kuinjak penuh
Merah Kuning Hijau tak kuhiraukan
Bersama dengan mu yang tak sadarkan diri
Aku menangis dan mencium mu di seluruh wajah dan lehermu
Apakah itu sudah saat nya dirimu
Alhamdulillah bisa sampai ke tujuan
Tak ada yg pernah kulupakan
Apakah dirimu saat ini bahagia, tentu saja iya
Keras dan Tegas, Berani dan Wibawa Tak terhitung berapa engkau menahan
Tetapi dirimu selalu membela
Demi kami untuk kami Jazakillah Khair
Saat ini tetapi lebih terasa sepi
Sejauh apapun aku menyusuri jalan
Setinggi apapun itu nanti pendakian Bayanganmu selalu kurindukan llhamkanlah kepada hamba Ya Tuhan Kuselalu berdoa kuberdoa untukmu berdoa
Berenang terakhir bersamamu di sore itu
Tidur seranjang denganmu di malam itu
Menonton kajian bersamamu di villa itu
Apakah engkau sama menantikan berjumpa lagi
Bersama ditempat yang dijanjikan sambil melihat wajah Tuhan
Rabbighfir IT waliwälidayya, warhamhumä kamä rabbayäni saghTrä Rabbi irhamhuma kamaa rabbayaanii shaghiiraa
Allähumma-ghfir lahä, warfa' darajatahä fil-mahdiyyTn, wakhlufhä fi 'aqibihä fil-ghäbirin, waghfir lanä walahä yä Rabbal-'älamin, wafsah lahä fi qabrihä, wanawwir lahä fih.
Bayanganmu selalu kurindukan llhamkanlah kepada hamba Ya Rabbul Izzati Kuselalu berdoa kuberdoa untukmu berdoa
Aamiin Ya Rabb