Mengenang Ibu Adjeng: Teladan Abadi di Balik Pengabdian Yayasan Adjeng Suharno
keluarga besar Yayasan Adjeng Suharno melanjutkan kegiatan dengan ziarah ke makam pendiri utama yayasan, Prof. Dr. Hj. Adjeng Ratna Suminar, SH., MM
SUMEDANG, 23 Juli 2025 — Usai menggelar peringatan Hari Ulang Tahun ke-31 di SMK Farmasi Adjeng Suharno, Pacet, Bandung,

., yang terletak di halaman Masjid Ar Rayyan, Caringin, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Almarhumah Ibu Adjeng, yang lahir pada 2 November 1961 dan wafat pada 1 September 2021, adalah sosok sentral di balik berdirinya yayasan pendidikan ini. Perjalanan hidupnya menjadi inspirasi kuat bagi seluruh civitas yayasan—sebagai figur perempuan cendekia, pemimpin yang bersahaja, dan pendidik yang penuh cinta pada generasi muda.
Ziarah ini dipimpin oleh Pembina Yayasan, Mayjen (Purn) Dr. Suharno, MM., dan diikuti keluarga serta jajaran pengurus yayasan. Hadir pula dua anak beliau, Mayor Isa Agung Wicaksono, BSos, MSc dan Annisa Permata Sari, Spt, MSc, yang secara konsisten melanjutkan estafet perjuangan dan visi almarhumah dalam pengelolaan yayasan.
“Ibu adalah teladan dalam banyak hal. Beliau mendidik kami dengan kedisiplinan dan cinta. Nilai-nilai itu yang kami jaga agar terus hidup dalam setiap langkah lembaga ini,” tutur Annisa dengan penuh haru.
Sebagai tokoh pendidikan, Ibu Adjeng meyakini bahwa transformasi bangsa dimulai dari ruang-ruang kelas dan keikhlasan mendidik. Ia merintis Yayasan Adjeng Suharno sejak 1994 dengan semangat membangun sumber daya manusia dari pinggiran. Komitmen itu kini terus diwujudkan melalui keberadaan SMK Farmasi yang mencetak siswa berkarakter, terampil, dan siap menghadapi dunia kerja.
Ziarah ini bukan sekadar ritual mengenang, tetapi pengingat bahwa nilai-nilai perjuangan, integritas, dan cinta ilmu pengetahuan yang ditanamkan almarhumah harus terus diwariskan. Yayasan Adjeng Suharno tak hanya berdiri atas struktur formal, tapi juga atas semangat dan ruh pengabdian yang beliau wariskan.
Dengan tekad melanjutkan visi sang pendiri, keluarga besar yayasan melangkah ke masa depan dengan membawa cahaya warisan Ibu Adjeng—teladan abadi yang akan terus menyinari langkah pengabdian berikutnya.