Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan untuk Penguatan Pendidikan Madrasah di Majalengka

Guru madrasah dan para ustaz memegang peran strategis sebagai penjaga nalar kebangsaan.
ditulis pada , diperbarui pada
Super User
Super User
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan untuk Penguatan Pendidikan Madrasah di Majalengka

MAJALENGKA — Ratusan guru madrasah dan para ustaz dari berbagai wilayah di Kabupaten Majalengka mengikuti kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Anggota Komisi VIII DPR RI dan Wakil Ketua Fraksi PKB DPR RI, Dr. KH. Maman Imanulhaq, MM, pada Minggu (14/9). Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk memperkuat pemahaman para pendidik mengenai fondasi kebangsaan sekaligus memperteguh peran madrasah dalam mencetak generasi moderat dan berkarakter.

Dalam penyampaiannya, KH. Maman menegaskan bahwa Empat Pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika itu harus menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan madrasah. Menurutnya, guru dan ustaz adalah pilar moral bangsa yang memastikan nilai kebangsaan tidak sekadar menjadi wacana, tetapi tertanam kuat dalam diri peserta didik.

“Guru madrasah dan para ustaz memegang peran strategis sebagai penjaga nalar kebangsaan. Ketika pendidiknya kuat, maka kita bisa membangun generasi yang religius, moderat, dan siap menjaga keutuhan NKRI,” ujar KH. Maman.

Beliau juga menyoroti pentingnya kemampuan adaptasi pendidik di tengah perubahan sosial dan teknologi. Arus digitalisasi, dinamika keagamaan, hingga meningkatnya potensi intoleransi membutuhkan respon pendidikan yang bijaksana dan berbasis pada nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
“Madrasah harus menjadi pusat peradaban, bukan sekadar ruang belajar formal. Ia harus hadir memberikan jawaban atas tantangan zaman,” tegasnya.

Para guru dan ustaz yang hadir merespons dengan antusias. Mereka menilai materi yang disampaikan sangat relevan dalam memperkuat pendidikan karakter dan moderasi beragama di madrasah. Banyak peserta mengapresiasi penyampaian KH. Maman yang inspiratif, komunikatif, dan mudah dicerna.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta mengajukan beragam isu mulai dari peningkatan kompetensi guru, penguatan kurikulum, peran madrasah dalam menghadapi tantangan sosial, hingga harapan dukungan pemerintah terhadap sarana-prasarana pendidikan. KH. Maman menanggapi seluruh pertanyaan dengan komprehensif serta menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan dunia madrasah di tingkat kebijakan.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan dialog terbuka yang memperkaya perspektif para pendidik sekaligus memperkuat kolaborasi antara madrasah dan negara dalam membangun masa depan bangsa.

Peringatan

Jitunews, sebagai Media yg menyediakan para kreator ide, gagasan, tulisan, berita, foto, gambar dll untuk menuangkan kebebasan ekspresi diri yang bertanggung jawab.

Jitunews menyediakan panggung, bebas bertanggungjawab berekspresi