Jelang Bulan Ramadhan, Makam Prof Adjeng Ratna Suminar Ramai Dikunjungi Peziarah
Rombongan ibu-ibu Pengajian Porselin Pondasi bersama peziarah lainnya melakukan ziarah ke makam tokoh perempuan nasional,
Sumedang –






almarhumah Prof. Dr. Hj. Adjeng Ratna Suminar, SH, MM, di kawasan Caringin, Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Ziarah ini diikuti oleh beragam kelompok masyarakat, mulai dari siswa SMK, ibu-ibu pengajian dari Bekasi, ibu-ibu Pengajian Porselin Pondasi yang dipimpin oleh Ustaz Ibnu Hazar. Kehadiran peziarah dalam jumlah besar menunjukkan penghormatan dan kecintaan masyarakat terhadap sosok almarhumah yang dikenal berjasa dalam dunia pendidikan dan sosial.
Suasana ziarah berlangsung khidmat. Para peziarah memanjatkan doa dan tahlil di area makam. Namun di balik tingginya minat masyarakat untuk berziarah, terdapat kendala akses menuju lokasi makam, terutama bagi rombongan yang menggunakan kendaraan besar.
Saat ini bus besar tidak dapat masuk langsung ke area makam. Para peziarah harus turun di Jalan Sayang, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau menyewa kendaraan kecil menuju Jalan Caringin dengan jarak sekitar 1 kilometer.
Mayjen TNI (Purn) Suharno, suami almarhumah, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peziarah yang hadir. Ia mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat yang terus datang untuk mendoakan almarhumah.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para peziarah yang terus datang mendoakan almarhumah. Ini menjadi bukti bahwa almarhumah masih hidup di hati masyarakat. Semoga semua doa yang dipanjatkan menjadi amal jariyah untuk beliau,” ujar Suharno saat ditemui wartawan, Minggu (1/2).
Ia juga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah terkait akses menuju lokasi makam. Menurutnya, perbaikan dan pelebaran jalan akan sangat membantu masyarakat yang ingin berziarah, terutama rombongan besar.
“Kami berharap ke depan ada perhatian dari pemerintah daerah untuk pelebaran akses jalan menuju lokasi makam di Caringin. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat akan lebih mudah berziarah dan ini juga bisa mendukung aktivitas sosial dan keagamaan di kawasan ini,” tambahnya.
Masyarakat berharap persoalan akses ini dapat segera menjadi perhatian, mengingat jumlah peziarah yang terus meningkat setiap waktu. Selain menjadi lokasi ziarah, kawasan makam juga dinilai memiliki nilai sejarah dan keteladanan yang penting bagi generasi muda.